Laman

Tampilkan postingan dengan label Juventus FC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Juventus FC. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Mei 2011

Koleksi Trofi-trofi Juventus FC


Logo Scudetto
29 kali Scudetto pada tahun :
1905, 1925-26, 1930-31, 1931-32, 1932-33, 1933-34, 1934-35, 1949-50, 1951-52, 1957-58, 1959-60, 1960-61, 1966-67, 1971-72, 1972-73, 1974-75, 1976-77, 1977-78, 1980-81, 1981-82, 1983-84, 1985-86, 1994-95, 1996-97, 1997-98, 2001-02, 2002-03, 2004-05, 2005-06

Trofi Coppa Italia
9 kali juara Coppa Italia pada tahun :
1937-38, 1941-42, 1958-59, 1959-60, 1964-65, 1978-79,1982-83,1989-90, 1994-95. 






Trofi Super Italia
 4 kali juara Super Coppa Italia pada tahun :
 1995-96, 1997-98, 2002-2003, 2003-2004. 





Trofi Liga Champion
2 kali juara Liga Champion pada tahun :
 1984-85, 1995-96.










Trofi Winners Cup
1 kali juara Piala Winners Eropa pada tahun :
1984-85




Trofi UEFA Cup
3 kali juara Piala UEFA pada tahun :
1976-77, 1989-90, 1992-93.





Trofi Piala Dunia Antarklub
2 kali juara Piala Dunia Antarklub pada tahun :
1985-86, 1996-97.





Trofi Supercup Eropa
2 kali juara Piala Super Eropa pada tahun :
1984-85, 1996-97. 

Pavel Nedved

Penghargaan Pemain terbaik Eropa 2003
Pavel Nedvěd (pengucapan Ceko: [nɛdvjɛt pavɛl] (mendengarkan); lahir 30 Agustus 1972 di Cheb) adalah gelandang sepak bola Ceko mantan pensiunan. Dia adalah salah satu pemain Ceko yang paling berhasil untuk bermain di liga top Eropa, memenangkan berbagai penghargaan dengan Lazio dan Juventus. Secara luas dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik di era modern, ia adalah penerima Ballon d'Or prestisius, pemain Ceko pertama sejak putus Cekoslowakia, pada tahun 2003 sedangkan pada Juventus. Dia dikenal untuk energi dan berjalan tak kenal lelah, maka julukan Furia Ceca ("The Fury Ceko", sebuah permainan kata Italia dengan Furia Cieca berarti "Blind Fury" sebagai gantinya) di antara fans Juve, serta kemampuan mencetak golnya.

Karir klub
 
Nedved dilahirkan di kota Cheb dan dibesarkan di Skalná kota terdekat. Nedved memulai karirnya dalam bukunya Cekoslowakia asli. Ia bermain untuk klub top Praha, Dukla Praha dan Sparta Praha. Dari Sparta, ia pindah ke Italia, di mana ia menjadi terkenal. pertunjukan Nya di UEFA Euro 1996 yang termasuk gol di pertandingan penyisihan grup melawan Italia, tidak luput dari perhatian, walaupun memiliki perjanjian lisan dengan PSV, Nedved memutuskan untuk pindah dari Sparta Praha ke Lazio di Serie A pada tahun 1996. 

Lazio
Dengan Lazio, Nedved memenangkan Coppa Italia pada tahun 1997-98, dan internasional terakhir Cup Winners 'Cup turnamen pada tahun 1999 melawan RCD Mallorca, di mana ia pernah mencetak gol terakhir turnamen dalam kemenangan 2-1 untuk Lazio. 
Pavel Nedved
Juventus
Nedved akhirnya pindah ke Juventus pada 2001 dengan biaya sebesar € 41.000.000 sebagai pengganti Zinedine Zidane, yang telah dipindahkan ke Spanyol Real Madrid musim panas yang sama. Ia terbukti menjadi salah satu gelandang sedikit mampu mengasumsikan peran playmaking pendahulunya Perancis. Nedved sering dimainkan dalam tim Juventus Scudetto-pemenang 2001-02 dan 2002-03.
Nedved berperan penting dalam memimpin Juventus ke final Liga Champions 2003 melawan Milan, tapi ia terpaksa duduk di luar final karena akumulasi kartu kuning, setelah memesan di semifinal untuk mengatasi Real Madrid gelandang Steve McManaman. Pada akhir tahun, ia memenangkan Pemain Terbaik Eropa penghargaan Tahun.
Setelah musim 2005-06, dan degradasi Juventus dari Serie A karena skandal Calciopoli, Nedved di masa depan sebagai pemain Juventus sangat dibahas. Setelah Piala Dunia, ia terhalau desas-desus dengan menegaskan kembali keinginannya untuk membantu Juventus kembali promosi ke Serie A. Namun, musim ini agak kacau untuk internasional Ceko. Dengan hanya kontrak satu tahun, dia mengisyaratkan ia mungkin pensiun dari sepakbola sama sekali di akhir musim. Dia mengulangi ancaman ini setelah larangan 5-game yang berasal dari kartu merah pada tanggal 1 Desember. Namun demikian, ia tetap dengan klub hingga akhir musim. Bersama rekan veteran David Trezeguet dan kapten Alessandro Del Piero, mereka bertiga mencetak 47 dari 83 gol Juve mencetak gol di Serie B ketika mereka memenangkan promosi pada pertama kali bertanya.
Selama musim 2007-08, Nedved sering bermain untuk Juventus, memberikan kontribusi sementara pemain sayap kiri pilihan pertama Juve. Namun, dia belum bebas dari kontroversi. Nedved berada di bawah sorotan negatif nya baru-baru ini untuk mengatasi pada gelandang Internazionale Luís Figo, yang mengakibatkan patah tulang betis untuk pemain Portugal.
Nedved memiliki musim wajar selama kembali Juve, tapi hanya mencetak dua gol. Selama Serie A 2007-08, Nedved memperoleh sedikit gegar otak yang membuatnya off dari lapangan selama sekitar sebulan. Dia dikaitkan dengan pindah ke pihak Jepang Jubilo Iwata selama transfer musim panas 2008-09, tapi rumor dengan cepat scotched ketika ia berkomitmen masa depannya ke Juventus satu tahun lagi setelah menandatangani satu tahun perpanjangan kontrak baru yang akan aman layanan sampai Juni 2009.

musim 2008-09
Nedved mencetak gol pertama liga Juventus Tujuan dari musim 2008-09 dalam 1-1 jauh menarik dengan Fiorentina. Dia juga mencetak dua gol melawan Bologna (2-1) dalam pertandingan dia kapten Juve. Pada tanggal 26 Februari 2009, Nedved mengumumkan bahwa ia akan pensiun pada akhir musim 2008-09. [3] Pada tanggal 10 Maret 2009, Nedved diganti karena cedera pada paruh pertama pertandingan Liga Champions UEFA putaran kedua melawan Chelsea, yang karena pensiun akan datang, ternyata menjadi pertandingan terakhir Eropa untuk Juventus (yang kalah 3-2 di agregat). Ia pensiun pada akhir musim, kapten pertandingan final melawan tim mantan Lazio dan mengatur tujuan Vincenzo Iaquinta dalam kemenangan 2-0. Ia digantikan sebelum peluit akhir dan diberi tepuk tangan meriah oleh kedua set pendukung. Setelah pertandingan berakhir, pemain Juventus lainnya membentuk penjaga kehormatan dan Nedved melakukan pangkuan kehormatan terima kasih kepada para penggemar. Kemudian, kapten Alessandro Del Piero disajikan dengan kemeja peringatan.

Pensiun
Nedved mengumumkan pengunduran dirinya pada bulan Februari 2009, efektif dari akhir musim yang. Nedved menyatakan bahwa ia tidak pensiun untuk "alasan ekonomi" tetapi sehingga ia bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya. . Sekarang Pavel Nedved telah kembali ke Juventus sebagai direktur dan anggota dewan.







sumber : Wikipedia

Minggu, 06 Maret 2011

Marcello Lippi - Pelatih Tersukses Juventus F.C

Marcello Lippi
Marcello Lippi mengambil alih posisi manajer Juventus pada awal musim 1994-95. Ia lantas mengantarkan Juventus memenangi seri-A untuk pertama kalinya sejak pertengahan 1980-an di musim 1994-95. Pemain bintang yang ia asuh saat itu adalah Ciro Ferrara, Roberto Baggio, Gianluca Vialli dan pemain muda berbakat bernama Alessandro Del Piero. Lippi memimpin Juventus untuk memenangi Liga Champions Eropa pada musim itu juga, dengan mengalahkan Ajax Amsterdam melalui adu penalti, setelah skor imbang 1-1 pada babak normal, dimana Fabrizio Ravanelli menyumbangkan satu gol untuk Juve.

Sesaat setelah bangkit kembali, para pemain Juventus yang biasa-biasa saja saat itu secara mengagumkan bisa mengembangkan diri mereka menjadi pemain-pemain bintang. Mereka adalah Zinedine Zidane, Filippo Inzaghi dan Edgar Davids. Juve kembali memenangi seri-A musim 1996–97 dan 1997–98, termasuk juga Piala Super Eropa 1996 dan Piala Interkontinental 1996. Juventus juga mencapai final Liga Champions di musim 1997 dan 1998, tetapi mereka kalah oleh Borussia Dortmund (Jerman) dan Real Madrid (Spanyol).

Setelah dua musim absen karena dikontrak oleh Inter Milan (dan gagal), Marcello Lippi kembali ke Juventus di awal 2001. Pria penyuka cerutu ini lantas membawa beberapa pemain biasa, yang kembali ia berhasil sulap menjadi pemain hebat, diantaranya Gianluigi Buffon, David Trézéguet, Pavel Nedvěd dan Lilian Thuram, dimana para pemain tersebut membantu Juve kembali memenangi dua gelar seri-A di musim 2001-02 dan 2002-03. Juve juga berhasil maju kembali ke final Liga Champions, sayangnya mereka kalah oleh sesama tim Italia lain, AC Milan. Tahun berikutnya, Lippi diangkat menjadi manajer timnas Italia setelah bersaing ketat dengan Fabio Capello, dan mengakhiri eranya sebagai pelatih terbaik Juventus di era 1990-an dan awal 2000-an.

Gianluigi Buffon

Gianluigi Buffon
Gianluigi Buffon, seringkali dipanggil Gigi Buffon lahir di Carrara pada tanggal 28 Januari 1978; umur 32 tahun, ia adalah kiper utama di tim nasional sepak bola Italia serta kiper utama tim sepak bola Juventus FC. Gianluigi Buffon dilahirkan dalam sebuah keluarga sepakbola. Ia mulai bermain sepak bola pada Canaletto Youth Academy, sebuah organisasi amatirdi La Spezia, dan ketika ia semakin besar ia bergabung dengan Perticata, sebuah tim amatir di Carrara. Karena fisiknya yang kuat, Ia diposisikan sebagai seorang Striker pada kedua tim tersebut.Pada umur 12 tahun ia bergabung dengan Bonascola dan di umur 13 tahun ia bergabung dengan Parma. Suatu hari pada umur 14 tahun ia dipaksa untuk bermain pada posisi kiper karena kedua kiper yang ada mengalami cedera. Hanya dalam waktu dua minggu, ia menjadi kiper utama secara regular, sama seperti idolanya Thomas N’Kono, Kiper terkenal asal kamerun yang bermain pada iala Dunia tahun 1990 di Italia.Setelah Gigi bergabung dengan Parma, karirnya terus menanjak dengan cepat dan dia menjalani debutnya di umur 17 tahun, pada pertandingan UEFA Cup menghadapi Halmstad (pertandingan berkesudahan 0-0) dan pada pertandingan menghadapi AC Milan (kembali dengan hasil 0-0)Prestasinya yang mencolok membuat ia ditawar oleh tim raksasa Juventus, ia pun menandatangani kontrak dengan Juventus pada musim panas tahun 2001 sebesar 52 juta euro, rekor transfer terbesar untuk seorang penjaga gawang saat itu. Dia adalah faktor penting di Juventus. Buffon sudah tampil di ratusan pertandingan di Juventus dan sudah mempersembahkan 2 gelar liga Italia untuk Juventus. Pada musim panas 2006 ketika Juventus itu diturunkan ke Serie A Italia sebagai hukuman atas partisipasi mereka dalam skandal calcioploi, Buffon adalah salah satu dari beberapa pemain yang tetap bertahan di Juventus. Prestasi dan penampilan hebat di level klub juga menular di level Timnas. Dia melakukan debut untuk Timnas Italia ketika dia baru berusia 19 tahun, kala itu Italia melawan Rusia dalam laga Play-off Piala Dunia 1998. Prestasi terbaiknya di Timnas adalah saat ia menjuarai Piala dunia bersama Italia pada tahun 2006.

Michel Platini

Michel Platini - Lagenda Juventus F.C
Michel Platini (Prancis)
Tahukah Anda, Prancis gagal tampil di dua Piala Dunia berturut-turut, yaitu 1970 dan 1974? Ya, tim ‘ayam jago’ ini memang selalu gagal lolos ke babak final Piala Dunia sejak 1966, hingga akhirnya seorang Michel Platini yang mengenakan nomor punggung 10 dan berperan sebagai playmaker di timnas Perancis membawa negaranya kembali lolos ke Piala Dunia pada tahun 1978. Platini pula yang membawa Prancis meraih prestasi cukup membanggakan di dua Piala Dunia selanjutnya, yaitu Piala Dunia 1982 dan Piala Dunia 1986. Dengan kemampuannya membaca permainan, teknik tingkat tinggi, dan ketajamannya di depan gawang lawan, Platini membawa Perancis meraih posisi keempat Piala Dunia 1982 dan peringkat ketiga Piala Dunia 1986.
Sejak kehadiran Platini pula Prancis diperhitungkan sebagai salah satu tim berbahaya di daratan Eropa, apalagi setelah keberhasilannya membawa Prancis menjadi juara Eropa pada tahun 1984. Walaupun Platini tidak berhasil mengangkat gelar Piala Dunia sepanjang kariernya, namun Platini tetap dianggap sebagai salah satu pemain legendaris Piala Dunia

Stadion Olimpico Turin


Stadion Olimpico Turin
Stadio Olimpico di Torino merupakan salah satu stadion yang terletak di Torino, Italia. Stadion ini memiliki kapasitas 27.128 kursi. Dibangun pertama kali tahun 1934 dan direnovasi tahun 1989. Dipakai untuk Olimpiade Musim Dingin 2006. Klub yang memiliki stadion ini ialah Torino F.C.. Selama proses renovasi Stadio Delle Alpi berlangsung, Juventus akan menggunakan juga stadion ini untuk pertandingan kandang mereka. Direncanakan, stadion ini akan diubah namanya menjadi Stadio Grande Torino pada masa renovasi selanjutnya. Hal ini dilakukan untuk mengenang peristiwa Superga pada tanggal 4 Mei 1949.

sumber : Wikipedia

Stadion Delle Alpi


Stadion Delle Alpi
Stadion delle Alpi dahulunya merupakan sebuah stadion yang terletak di Torino, Italia. Stadion ini dipergunakan untuk menggelar pertandingan sepak bola dan atletik, serta merupakan markas dari tim Torino dan Juventus. Stadion ini memiliki kapasitas 69.041 orang. Namun, pada 2009, stadion ini dihancurkan, dan akan dibangun Juventus Arena di atas tanah stadion ini, yang dapat menampung sekitar 40.000 orang.

Jumat, 03 Desember 2010

Del Piero - The Captain Juventus F.C


Alessandro Del Piero
Alessandro "ALE" Del Piero (lahir di Conegliano, Veneto, Italia, 9 November 1974; umur 36 tahun) adalah seorang pemain sepak bola asal Italia. Memulai karier pada tahun 1991 di Seri B di Padova, sejak tahun 1993 ia telah bermain di Juventus. Posisi yang ia isikan biasanya adalah posisi penyerang atau gelandang serang. Del Piero dikenal mempunyai dribble yang baik, serta ahli dalam bola-bola mati. Meskipun seorang penyerang, ia lebih berperan sebagai pencipta serangan daripada penyelesai serangan.namun demikian bukan berarti dia tidak pernah menjadi pencetak gol terbanyak. Buktinya pada musim 2007-2008, pemain ganteng ini menjadi Top Skor Liga Italia (Capocanonieri / pencetak gol terbanyak). pada 10 Januari 2006 ia menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah bagi Juventus setelah mengoleksi 199 gol dalam 13 tahun sebagai pemain Juventus. Suami dari Sonia Amoruso ini pernah dilirik oleh Arsenal, tetapi ia memilih tetap membela Juventus yang karena skandal suap dihukum terdegradasi ke Serie B. Alessandro Del Piero juga terkenal karena tendangan bebasnya. Dia adalah kapten dan pemain yang paling di favoritkan masyarakat Turin. Walau dia bukan kelahiran Turin tapi dia adalah idola bagi kebanyakan masyarakat Turin. Del Piero juga turut membantu timnas Italia memenangkan Piala Dunia 2006 lalu dengan sebuah golnya ke gawang Jerman yang membuat Italia unggul 2 - 0 atas tim tuan rumah.

Sumber : Wikipedia